PEMBENAHAN
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOTA BENGKULU
Bengkulu
adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia, ibu kota provinsi Bengkulu
terletak di kota Bengkulu. Provinsi Bengkulu ini terdapat di bagian barat daya
pulau sumatera. Bengkulu ini sendiri memiliki 10 kabupaten disekitarnya 1
diantaranya yaitu kota Bengkulu. Meskipun Bengkulu merupakan kota yang
terbilang kecil tetapi provinsi ini juga memiliki beragam seni dan budayanya,
memiliki beragam tempat wisata alam yang indah dan masih alam, wisata budaya
dan juga memiliki peninggalan sejarah dari zaman-zaman kerajaan yang ada di
provinsi Bengkulu. Provinsi bengkulu ini memang masih jauh sekali tertinggal
dari provinsi lainnya seperti dalam hal pembangunan daerahnya.
Sebelum
kita membahas lebih jauh, apa itu yang dimaksud dengan pembangunan infrastuktur
? menurut pendaapat saya tentang apa itu pengertian dari pembangunan yang
sederhana, yaitu sebagai “suatu proses atau suatu usaha perubahan ke arah yang
lebih baik yang dilakukan dengan sadar
oleh suatu negara, pemerintah ataupun daerah tertentu menuju modernitas melalui
upaya yang dilakukan secara terencana”. Sedangkan infrastruktur merupakan suatu
prasarana atau segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya
suatu proses baik itu usaha, pembangungan dan lain sebagainya. Infrastruktur
memegang peranan penting sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan suatu daerah. Sarana dan prasarana yang sering disebut
infrastruktur merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk
sistem pelayanan. Dari pengertian yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa
pembangunan infrastruktur adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan
dan perubahan yang dilakukan secara terencana untuk membangun sarana dan
prasarana atau segala penunjang utama untuk masyarakat dalam suatu proses
pembangunan.
Setelah
mengetahui penjelasan dari atas, kita dapat melihat proses itu sendiri di
Bengkulu. Di provinsi Bengkulu kita ketahui bahwa sangat tertinggal sekali
pembangunan infrastrukturnya dengan beberapa provinsi di pulau sumatera ini,
apalagi didaerah-daerah terpencil yang ada di sekitar kota Bengkulu. Meskipun
sering dikatakan penduduk di Bengkulu ini tidak terlalu banyak dan juga tidak
terlalu luas daerahnya akan tetapi provinsi Bengkulu ini banyak memiliki nilai
sejarah.
Sangat
kurangnya atau minimnya pembangunan yang ada di Bengkulu ini seperti
pembangunan infrastruktur baik jalan-jalan yang ada dijalur darat, udara maupun
laut seperti yang kita ketahui jalur darat jalan-jalan dikota maupun didaerah
lain banyak jalan yang rusak, berlobang dan dapat membahayakan pengendara roda
empat maupun roda dua. Pemerintahan dalam hal pembangunan ini hanya memperbaiki
jalan-jalan yang ada dikota saja tanpa melihat didaerah kabupaten kabupaten
lainnya, seperti yang saya lihat yang ada di daerah kabupaten Rejang Lebong
(curup) yang merupakan jalan lintas Bengkulu yang sangat rusak dan
lobang-lobangnya yang terlihat seperti kolam ikan jika turun hujan, karena
termasuk jalan lintas banyak truk-truk besar yang membawa barang melewati jalan
itu tetapi tidak hanya truk saja yang melewati jalan tersebut banyak pengendara
kendaraan lainnya yang melewati, jalan tersebut juga sempit dan berdebu yang
bisa menghalangi pandangan pengendara, dengan begitu tidak jarang disana sering
terjadinya kecelakaan. Dan tidak hanya itu jalan-jalan lintas lain juga masih
banyak yang belum ada pembangunan infrastrukturnya, sebaiknya pemerintah lebih
melihat itu karena seperti yang sesuai dengan janji Presiden Jokowi, bahwa ia
mengatakan jika ada pengurangan anggaran, presiden tidak akan mengurangi
anggaran dari infrastruktur bagi setiap provinsi yang ada di Indonesia. Seperti
yang kita lihat jalan lintas gunung sekarang sudah diperbaiki tidak hanya
menutupi lobang-lobang yang ada tetapi sekarang jalan yang lama dihancurkan
meskipun proses perbaikan itu berlangsung sangat lama tetapi hasil yang
didapatkan sangat bagus, jalan menjadi mulus sehingga para pengendara dapat
lebih cepat sampai tujuannya dan juga tingkat kecelakaan yang biasanya sering
terjadi sangat berkurang drastis.
Dan
juga di provinsi Bengkulu belum ada jalur kereta api tetapi dari beberapa
wacana yang saya baca bahwa jalur kereta api di Bengkulu sudah menjadi program
strategi infrastruktur nasional yang sudah ditandatangani oleh Presiden, yaitu
jalur kereta dari Pulau Baai ke Lubuk Linggau, tetapi sampai sekarang itupun
belum terlaksana. Dengan adanya jalur kereta api ini nanti masyarakat yang ada
di Bengkulu bisa langsung saja ke Lubuk Linggau tidak perlu harus melewati
jalan lintas Gunung dan begitupun masyarakat yang ada di Lubuk Linggau tidak
perlu harus melewati kabupaten Rejang lebong dan juga kabupaten Kepahiang.
Untuk
jalur udara yang ada di Bengkulu, yaitu terwujudnya masterplan renovasi Bandara
Fatmawati hal ini sudah ditandatangani oleh kemenhub. Selain itu, ke depannya
pemerintah perlu merencanakan membuka jalur penerbangan Bengkulu-Bandung,
karena yang sudah kita ketahui bahwa provinsi Jawa Barat ini memiliki destinasi
wisata terbaik di ASEAN dan juga sebaiknya pemerintah menambah jalur
penerbangan di bandara Fatmawati ini. Dengan begitu banyak wisatawan yang
datang ke Bengkulu tidak hanya dari pulau Sumatera saja melainkan bisa dari
pulau Jawa dan lainnya agar dapat melihat keindahan alam, beragam seni dan
budaya, dan juga wisata peninggalan sejarah juga banyak di Bengkulu. Karena
jika hal yang sudah direncanakan itu dapat dilakukan atau terlaksana akan
sangat mendongkrak atau naiknya perekonomian provinsi Bengkulu ini.
Selain
dari pembangunan infrastruktur jalan di privinsi Bengkulu, ada juga yang harus
dilihat pemerintah yaitu sarana dan prasarana untuk masyarakat seperti
fasilitas kesehatan serta fasilitas di bidang pendidikan karena di Bengkulu hal
tersebut sangat perlu ditingkatkan untuk mengejar ketinggalan dari Provinsi
lain yang ada di pulau Sumatera. Oleh karena itu, dalam APBD tahun anggaran
2016 sebesar Rp 2,2 triliun, pemerintan daerah mengalokasikan anggaran belanja
modal menccapai 55 persen dan sebesar 45 persen untuk belanja pegawai. Gubernur
sebelumnya menegaskan bahwa anggaran pembangunan infarstruktur sebesar 30
persen, pendidikan 20 persen dan kesehatan sebesar 10 persen, angka ini menurut
beliau masih tergolong tinggi dibandingkan dengan perbandingan APBD di tingkat
kabupaten dan kota yang mencapai 70 persen untuk belanja pegawai dan hanya 30
persen untuk belanja modal, karena itu perlu dipertimbangkan lagi untuk
penerimaan calon pegawai negeri baru, jangan sampai membebani APBD. Pemerintah
seharusnya melakukan pemerataan infrastruktur hingga ke tingkat perdesaan yang
ada di provinsi Bengkulu.
Seperti
yang kita lihat dari segi fasilitas di bidang pendidikan di desa-desa terpencil
pendidikan yang diberikan sangat kurang karena pembangunan infrastruktur masih
rendah, ada di beberapa desa masih terisolir hingga tidak dapat di akses ,
tidak adanya listrik, tidak adanya jalan yang di aspal dan kurangnya air bersih
sehingga guru-guru tidak mau ke desa-desa tersebut membuat yang mengajar di
desa tersebut hanya pengajar-pengajar biasa yang tidak memiliki pendidikan yang
tinggi. Terlebih biasanya anak-anak di desa juga ada yang tidak bersekolah
karena kurangnya tenaga pengajar atau akses mau ke sekolah jauh dan tidak
memiliki kendaraan. Tidak hanya fasilitas di bidang pendidikan saja melainkan
fasilitas kesehatan juga kurang seperti yang diketahui jika di desa-desa tidak adanya
rumah sakit dan hanya ada puskesmas itu pun juga memiliki banyak kekurangan
seperti kurangnya obat-obatan, bidan atau dokter yang tidak mau ke desa. Dan
jika ada salah satu warga desa yang terkena penyakit yang tidak dapat diobati
di puskesmas tersebut mereka harus ke rumah sakit yang ada di kota yang
jaraknya sangat jauh dengan hal tersebut tidak jarang mereka yang melakukan
perjalanan ke rumah sakit belum sampai di rumah sakit sudah tidak dapat
tertolong lagi Hal itu dapat terjadi
dikarenakan kurang meratanya pembangunan infrastruktur ke desa-desa dan hanya
terfokus pada pembangunan yang ada di pusat atau di kota saja.
Jadi
saya berharap pemerintahan yang baru ini dapat melakukan pembangunan
infrastruktur di Bengkulu dilakukan secara merata dari pusat hingga desa-desa
terpencil dan juga peran masyarakat untuk dapat menjaga dan merawat bersama
infrastruktur di Bengkulu serta dapat membawa aspirasi dan memperjuangkan untuk
mendukung kemajuan Bengkulu ini agar tidak tertinggal.